Sabtu, 09 Mei 2015

Ketika Penderitaan

Ketika penderitaan menebar warna  
di dalam kegelapan jiwa
seperti kuas yang balas dendam
aku merasakan tunas kelaparan masa lampau
menjadi pemalu dan buram

Dan mampu melawanku, serta benda - benda mati
yang sebelumnya kuciptakan
datang untuk kembali mati di dada
dalam kecerdesanku
hasrat rumahku dan buah-buahanku
mengemis kembali untuk kekayaan dari seorang pengemis

Minggu, 05 April 2015

Fire and Ice

Api dan Es

Beberapa orang mengatakan dunia akan berakhir dalam api
Sebagian lagi menyatakan dalam es.
Dari apa yang ada dalam hasratku
Aku berada pada orang yang mendukung api
tetapi jika dunia ini harus binasa dua kali
Aku merasa jika semua ini cukup untuk membenci
Demi mengatakan jika kehancuran karena es
Juga besar
dan akan cukup.


Fire and Ice

Some say the world will end in fire,
Some say in ice.
From what I've tasted of desire
I hold with those who favor fire.
But if it had to perish twice,
I think I know enough of hate
To say that for destruction ice
Is also great
And would suffice.

Rabu, 25 Maret 2015

Tiga Puisi dari Allen Ginsberg

Menahan diri

Udara menjelma gelap, malam sedang bersedih
Aku berpura - pura tertidur dan aku merintih
Tak seorang pun peduli ketika seorang lelaki menjadi gila:
Dia menyesal, Tuhan begitu bahagia
Bayangan berubah menjadi tulang

Tiap bayangan memiliki nama;
Ketika aku berpikir tentang bayanganku, aku mengeluh
Aku mendengar rumor itu amat terkenal
Bukan untuk sombong, tapi hanya merasa malu
Bayangan berubah menjadi tulang

Ketika aku tersipu malu aku menangis penuh sukacita
Dan tawa berjatuhan dari dalam diriku seperti batu:
Tawa yang berusia tua dari anak lelaki
Untuk melihat yang masih muda mati penuh malu
Bayangan berubah menjadi tulang

Paterson, Agustus 1948





Metafisika

Ini hanyalah satu dan hanya 
cakrawala;hingga
semua itu menjadi dunia yang pasti.
Tak ada dunia lain.
Lingkaran telah selesai.
Aku hidup dalam keabadian.
Sejumlah arah dalam dunia 
adalah arah dari surga. 

New York, Pertengahan 1949 



Aku bercinta dengan diriku sendiri

Aku bercinta dengan diriku sendiri

Di hadapan cermin, mencium bibirku sendiri,
     sambil kukatakan, "Aku mencintai diriku,
Aku mencintaimu lebih dari siapa pun. "


New York, 30 Desember 1951


*Tiga puisi ini terjemahan dari karya salah seorang penyair Amerika, Allen Ginsberg.